78 KALI DIBACA

Danrem 022/PT Dampingi Pangdam l/BB Laksanakan Penanaman pohon Mangrove 5000 batang

Danrem 022/PT Dampingi Pangdam l/BB Laksanakan Penanaman pohon Mangrove 5000 batang

Infomedan.net~Deli Serdang.Komandan Korem 022/Pantai Timur Kolonel Inf R. Wahyu Sugiarto, S.I.P., M. Han, damping Pangdam l/Bukit Barisan Mayjen TNI MS. Fadhilah, Danlantamal 1 Belawan Laksamana Pertama TNI Abdul Rasid K, Pangkosekhanudnas 3 (Marsma) TNI Djohn Amarul dan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, dalam rangka penanaman pohon Mangrove 5000 batang yang dilaksanakan di Desa Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang, Senin (07/10/2019).

Turut hadir dalam rangka penanaman pohon Mangrove dengan 5000 batang tersebut antara lain, Aster Kasdam l/BB, Kapendam l/BB, Pabandya Pam Sintel Kodam l/BB, Dandim 0204/Deli Serdang, Kasiter Korem 022/Pantai Timur, Bupati Deli Serdang, Kajari Deli Serdang.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam l/BB mengungkapkan bahwa wilayah Indonesia hutan Mangrove yang terluas, mencapai 20% dari luas hutan Mangrove dunia dan juga memiliki keanekaragaman hayati yang terbesar serta strukturnya paling bervariasi. Warisan alam yang sangat luar biasa ini memberikan tanggung jawab besar bagi bangsa Indonesia untuk melestarikannya. Dalam hal ini Pangdam l/BB sangat menaruh perhatian besar akan kelestarian ekosistem Mangrove dikarenakan memiliki banyak fungsi dan manfaat antara lain sebagai pelindung erosi dan abrasi air laut, penyangga dan pencegah intrusi air laut tempat berlindung/berkembang biaknya berbagai jenis fauna dan biota laut, sumber pendapatan masyarakat (berupa ekowisata, pemanfaatan kayu dan non kayu) penyiapan karbon serta sebagai mitigasi bencana, ungkapnya.

Sementara Danlantamal mengungkapkan, adapun tujun penanaman Mangrove untuk menangani masalah lingkungan, perlu kita sadari bahwa kebiasaan dalam keseharian kita yang turut menyebabkan kerusakan ekosistem Mangrove, antara lain konversi lahan menjari area penggunaan lain, perambahan, pencemaran, perluasan tambak dan praktek budidaya yang tidak berkelanjutan. Perubahan bentang lahan terutama menjadi tambak menyebabkan terlepasnya emisi karbon yang dapat berkontribusi dalam peningkatan suhu bumi.

Untuk menyelamatkan Ekosistem yang ada diwilayah Pantai dan juga menjaga keindahan pantai dari Abrasi air laut, kita terus akan melakukan progam rehabilitasi Mangrove minimal 5.000 Ha pertahun serta mendorong gerakan rehabilitasi Mangrove melibatkan dengan bebrapa pihak, antara lain TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Masyarakat, LSM dan BUMN melalui CSR sehingga fungsi ekosistem Mangrove dapat menjadi mitigas bencana dalam ditingkatkan.

(Sumber : Rel & Infomedan.net)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below