42 KALI DIBACA

Aster Kasdam I/BB memberikan Pembekalan Wawasan kepada 1.200 Mahasiswa Baru di UISU

Aster Kasdam I/BB memberikan Pembekalan Wawasan kepada 1.200 Mahasiswa Baru di UISU

Infomedan.net~ Medan.Kodam I/ Bukit Barisan memberikan pembekalan wawasan cegah tangkal radikalisme/separatisme kepada 1.200 mahasiswa baru Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) di Kampus Al Munawarah Jln Sisingamangaraja Medan, Senin (9/9/2019).

Acara pembekalan yang dimulai pukul 16.00 sampai 17.00 Wib itu disampaikan langsung oleh Asisten Teritorial (Aster) Kasdam I/BB, Kolonel Inf Parluhutan Marpaung, SIP.

Di hadapan mahasiswa baru, para dosen dan civitas akademika UISU, Aster Kasdam I/BB menyampaikan pentingnya untuk mencegah paham radikalisme dalam kehidupan di lingkungan kampus.

Menurutnya, para dosen juga memiliki peran penting untuk membantu mengawasi para mahasiswa dari pengaruh radikalisme, terutama melalui media sosial.

“Saat ini, banyak generasi muda yang terpapar radikalisme melalui media sosial,” ujarnya, seraya menambahkan selain melalui media sosial, paham radikalisme juga disebarkan lewat pertemuan-pertemuan tertutup.

Menurut Kolonel Marpaung, sangat diperlukan kerja sama antara masyarakat dan aparat untuk membendung pengaruh radikalisme yang dapat berujung pada tindakan anarkis serta aksi-aksi terorisme.

Di kesempatan ini, Kolonel Marpaung mengulas secara singkat
arti dari radikalisme. Yakni merupakan suatu sikap yang mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekerasan (violence) dan aksi-aksi yang ekstrem.

“Ada beberapa ciri yang bisa dikenali dari sikap dan paham radikal, seperti sikap intoleran, fanatik, eksklusif dan revolusioner,” jelasnya.

Untuk menghadapi ciri-ciri di atas, lanjutnya, ada beberapa strategi yang diperlukan. Di antaranya kontra radikalisasi, yakni upaya penanaman nilai-nilai ke-Indonesiaan, serta nilai – nilai non-kekerasan. Dalam proses ini, strategi yang dilakukan melalui pendidikan, baik formal maupun nonformal.

Kontra radikalisasi juga bisa dilakukan dengan mengarahkan masyarakat umum melalui kerja sama dengan para tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda, serta stakeholder lainnya dalam memberikan nilai-nilai kebangsaan.

Sasaran utama dari penyebaran radikalisme atau separatisme adalah kelompok masyarakat yang masih muda yang masih dipenuhi idealisme, sehingga mudah untuk disusupi paham – paham yang bertentangan dengan Pancasila. Karena itulah, sangat penting bagi generasi muda untuk memahami radikalisme atau separatisme dan wawasan kebangsaan,” pungkas Aster Kasdam I/BB, Kolonel Inf Parluhutan Marpaung.

(Sumber: Pendam I/BB & Infomedan.net)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below