86 KALI DIBACA

Banjir Terjang Sumsel, Puluhan Rumah Terendam

Banjir Terjang Sumsel, Puluhan Rumah Terendam

Hujan lebat yang melanda sejumlah daerah di Sumatra Selatan menyebabkan banjir di beberapa wilayah, khususnya Kabupaten Empat Lawang dan Musi Banyuasin (Muba), Sabtu (27/4).

Satu unit jembatan penghubung dan lima unit rumah warga hanyut, 20 unit rumah rusak berat, dan 50 rumah lainnya terendam di Desa Muara Betung, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang. Sedangkan di Muba, 55 unit rumah terendam di Desa Dawas Kecamatan Keluang dan ratusan warga terpaksa mengungsi.

Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatra Selatan Anshori menjelaskan, hujan lebat mengguyur sejak Jumat (26/4) malam di sejumlah daerah di Sumsel. Rumah warga sudah mulai terendam sejak Sabtu (27/4) dini hari.

“Lalu kita dapat laporan kejadian jembatan roboh dan hanyut. Jembatan itu merupakan akses penghubung Desa Muara Betung dan Desa Paiker,” ujar Anshori.

Sementara ini pihaknya telah melakukan upaya antisipasi dan penanggulangan terhadap para warga terdampak banjir. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana tersebut.

“Petugas BPBD setempat sudah di lokasi untuk melakukan evakuasi. Kami imbau warga tetap waspada karena kondisi cuaca saat ini kondisi air sungai yang berasal dari Kabupaten Kepahiang, Bengkulu ini masih tinggi airnya,” ungkap dia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Muba Indita Purnama berujar, banjir menggenangi permukiman dan lahan pertanian warga.

“Kedalaman air diperkirakan 1,5-2 meter. Saat ini sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Ada sekitar 55 KK rumah warga yang terendam,” kata dia.

Indita mengatakan tingginya intensitas hujan serta dangkalnya sungai di desa tersebut ditengarai menjadi penyebab banjir.

“Karena itu sungai tidak bisa menampung air hujan hingga meluap ke pemukiman. Kita evakuasi wawrga dan terus memonitoring setiap pergerakan ketinggian air,” ungkap dia.

Terpisah, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pihaknya sudah menghubungi Kementerian PUPR dan memastikan untuk segera memperbaiki jembatan yang memang sudah lama mengalami kerusakan sejak dibangun 28 tahun lalu.

“Bentangan sungai ini ada aturannya, Kalau tidak salah 60 meter ke atas harus izin Kementerian. Jadi Bupati dan saya sudah ngomong langsung kepada Pak Menteri untuk segera diperbaharui,” ujar dia.(cnn)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below