1702 KALI DIBACA

Teka-teki Kematian Maslin Sihombing belum Terungkap

Teka-teki Kematian Maslin Sihombing belum Terungkap

HUMBAHAS  – Polres Humbang Hasundutan belum juga mengungkap teka-teki penyebab kematian Maslin Sihombing warga Dusun Pangkirapan Desa Pergaulan Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundutan.

Padahal, sejak ditemukan pada 3 January 2018 lalu di depan halaman warung milik Jhonson Sihombing dalam kondisi tak bernyawa, lokasi tempat ditemukan mayat merupakan ramai dari permukiman.

Kepada wartawan, Kapolres Humbang Hasundutan AKBP Rahmani Dayan melalui Kassubag Humas Aiptu S Purba mengaku, polisi masih terus berusaha mengungkap penyebab kematian korban. “Kasusitu masih lidik,” ujar Aiptu S Purba, Rabu (9/01/2019) kemarin.

Dari lidik sambung Aiptu S Purba, langkah-langkah terkait guna mencari sebab kematian Maslin, sudah dilakukan. Mulai pemeriksaan saksi-saksi yang sudah berjumlah 30 orang, hasil otopsi dan lab pemeriksaan handphone milik korban pun ditempuh penyidik.

Disinggung perihal penyebab kematian apakah dibunuh atau kecelakaan, Aiptu S Purba enggan menjelaskan dengan alasan tidak mau terjebak dalam spekulasi lantaran masih dalam proses penyelidikan. “Kita masih penyelidikan,” tegas S Purba.

Kematian Maslin yang belum terungkap hingga kini menuai kegelisahan keluarga dan masyarakat. Apalagi, sopir angkot ini semasa hidup dinilai baik dan tak memiliki musuh. 

Keluarga korban yang sempat ditemui wartawan, mengaku terus berharap agar penyebab kematian korban segera terungkap. Manampin Sihombing (43), adik korban menegaskan, abangnya tersebut merupakan sosok bergaul dan tidak mempunyai musuh. Baik, dari teman sekerjanya sesama supir angkot bus lintas, mau pun teman sekampung.

Manampin berharap, polisi tidak main-main untuk mengungkap kasus kematian abangnya.  
Manampin juga mendesak pihak Kepolisian sesegera mungkin mengungkap motiv dari kasus tersebut. Keluarga Sihombing, Silaban dan Situmorang, ini juga masih merasa terpukul dan tidak terima dengan kejadian tersebut. 

“Atas nama keluarga besar Sihombing, kami mengutuk perlakuan sadis terhadap korban. Kami minta polisi segera ungkap kasus ini. Siapapun itu pelakunya, harus ditangkap,” sambung kerabat korban lainnya, M Lumbantoruan (54), diamini B Silaban dan H Situmorang.

Sementara kakak korban, Riama Sihombing (47), juga tak ketinggalan untuk menyampaikan harapannya kepada Kepolisian, agar kematian korban cepat terungkap dan menangkap pelakunya. (GAM)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below