306 KALI DIBACA

Duuuuh…! Marulitua belum Baca Surat Jan Wiserdo Cs Menuntut Pemakzulan ke-2 Hefriansyah 

Duuuuh…! Marulitua belum Baca Surat Jan Wiserdo Cs Menuntut Pemakzulan ke-2 Hefriansyah 

SIANTAR | MU- Surat Jan Wiserdo cs berisi tuntutan kepada dewan agar membentuk Panitia Hak Angket Pemakzulan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, ternyata belum diketahui Ketua DPRD Kota Siantar, Marulitua Hutapea.

Ketidaktahuan Marulitua terungkap saat ditanya Rabu (5/12/2018) sore. Marulitua, dengan singkat menegaskan dirinya belum pernah melihat surat dimaksud. “Saya cek dulu ya,” timpalnya dalam pesan whats app kepada wartawan

Padahal sebelumnya, Jan Wiserdo Saragih, memastikan, pihaknya bukan saja menyurati pimpinan dan anggota DPRD Kota Siantar saja, namun turut pula menyurati Presiden Joko Widodo berikut Menteri Dalam Negeri.


Dalam surat resmi Jan Wiserdo cs yang mengatasnamakan GKSB (Gerakan Kebangkitan Simalungun Bersatu) tersebut, tertuang adanya dugaan penistaan Suku Simalungun dan pembohongan publik yang dilakukan Hefriansyah Noor. 

Di antaranya, pemberian kain ulos sebagai cinderamata dari wali kota kepada pejabat PLN yang ternyata, bukan Hiou Simalungun. Selain itu, memindahkan lokasi pembangunan patung Raja Sang Naualuh dari Jalan Sang Naualuh ke Lapangan Merdeka. Sekali pun sudah pernah dilakukan peletakan batu pertama. Tak sampai situ, dari Lapangan Merdeka, ternyata lokasi pembangunan dipindah lagi ke Lapangan H Adam Malik Kota Siantar. Ironisnya, ini juga dibatalkan.

Kronologis dari perilaku inilah yang dianggap GKSB, Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, jelas-jelas melakukan pembohongan publik dan penistaan terhadap leluhur  berikut Suku Simalungun.

Tidak sebatas itu, di dalam suratnya, GKSB juga turut menyinggung pemindahan lokasi pembangunan patung Raja Sang Naualuh, jelas melecehkan integritas USU (Universitas Sumatera Utara) yang merupakan perguruan tinggi kredibel. Sebab penetapan lokasi pembangunan tugu di Lapangan Merdeka, menghadap ke BRI, tak lain rujukan dari hasil penelitian USU untuk lokasi paling strategis bagi pendirian patung Sang Raja Siantar itu.

Alasan ini menjadi dasar GKSB menuntut DPRD Siantar, segera membentuk Panitia Hak Angket Pemakzulan terhadap Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor.

“Suratnya sudah kita kirim. Jelas dan tegas sikap kita agar dewan segera membentuk kembali Panitia Hak Angket guna pemakzulan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor,” tegas Jan Wiserdo Saragih, Rabu kemarin.

Masih menurut Jan Wiserdo, surat desakan GKSB dipastikan sudah disampaikan kepada DPRD Siantar. “Kita berharap Angket kali ini lebih mudah karena bisa menggunakan hasil kesimpulan Angket sebelumnya. Di mana, Angket sebelumnya telah jelas dan terang benderang, menyatakan bahwa perbuatan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, telah terbukti menista Suku Simalungun lewat tulisan mau pun gambar. 

Selain Jan Wiserdo dari KNPSI (Komite Nasional Pemuda Simalungun) pusat, surat tersebut ditandatangani bersama oleh perwakilan GEMA-ISI (Gerakan Mahasiswa Islam Simalungun) Pusat, IKEIS (Ikatan Keluarga Islam Simalungun) Pusat, GERHANMAS serta HIMAPSI Pusat. (Ung)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below