212019 KALI DIBACA

MMI ke Hefriansyah: Pantas Dimakzulkan!

MMI ke Hefriansyah: Pantas Dimakzulkan!

SIANTAR | MU – Konsep kepemimpinan yang dijalankan Hefriansyah Noor sejak memimpin Siantar, tak mencerminkan nuansa Islami. Dasar itulah mendorong Majelis Muslimin Indonesia (MMI) Kota Siantar, ikut mendukung pemakzulan sang Wali Kota Siantar demi menjaga citra Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

“Saya kira saya pantas mendukung itu (pemakzulan) lantaran berbagai aspek. Tentu kaitannya konsep kepemimpinan yang dijalankan Hefriansyah selama ini yang saya lihat. Lari dari konsep kepemimpinan Islam,” kata ketua MMI Kota Siantar, Bonatua Pospos, Jumat (4/05) sore.

Bonatua yang didampingi Sekretaris Derhinun, memastikan bahwa pihaknya secara resmi telah menyampaikan dukungan kepada DPRD Siantar, untuk segera menggunakan Haknya memutuskan Pemakzulan Hefriansyah Noor. “Kami menggelar aksi unjukrasa di depan kantor dewan semalam (Kamis 3 Mei 2017) sambil menyerahkan pernyataan sikap secara tertulis,” pungkas Bonatua. Saat aksi itu, ketua DPRD Siantar Marulitua Hutapea, mewakili DPRD Siantar, menerima langsung pernyataan sikap tertulis dari pihak MMI.

Dalam pernyataan tertulis yang berisi 6 poin itu, MMI menekankan catatan penting kepada DPRD Siantar. Catatan itu meminta wakil rakyat segera merespon dan menanggapi tuntutan masyarakat dari Suku Simalungun sesuai prosedur hukum dan perundang-undangan. Demi terciptanya situasi kondusif dan nyaman di Kota Siantar. Apalagi, sejumlah elemen masyarakat dari luar Simalungun, sudah mulai ikut merasakan kecewa atas kebijakan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, yang dianggap menista Suku Simalungun.

“Hefriansyah melenceng dari konsep kepemiinan Islam menurut saya. Adil, amanah, jujur, dan lain sebagainya itu tak condong saya melihatnya. Dalam Islam kepemimpin seperti diajarkan Nabi Muhammad SAW, wajib dijalankan. Karena pemimpin itu tak hanya mempertanggungjawakan kepemimpinannya di hadapan orang yang dipimpinnya, tapi juga kepada Allah SWT. Betul sekali Hefriansyah pemimpin yang beragama Islam. Tapi dalam menjalankan kepemimpinannya, nilai-nilai Islaminya sulit dilihat,” papar Bonatua.

Jauh dari kata kepemimpinan, Hefriansyah sebagai muslim sambung Bonatua, harusnya berpegang teguh pada dasar kehadiran Islam di bumia ini yang Rahmatan Lil Alamin. “Jadi Islam yang Rahmatan Lil Alamin itu maknanya, membawa kebaikan di mana pun dan bagi apa pun. Sampai hewan dan tumbuh-tumbuhan ikut merasakan kebaikan itu. Bukan hanya manusia. Naifnya, Hefriansyah justru menimbulkan kegaduhan demi kegaduhan. Karena itu, pantas dimakzulkan. Dewan harus segera bertindak dan jangan takut,” pinta Bonatua.

Terpisah, ketua KNPSI Pusat, Jan Wiserdo Saragih, mengapresiasi secara positif sikap MMI. Dengan langkah yang dtempuh MMI, kini elemen masyarakat dari kalangan Islam sudah menjadi dua elemen. Yakni, Ikatan Keluarga Islam Simalungun yang sejak awal ikut bergabung dalam gerakan Simalungun Bangkit. “Saya sangat mengapresiasi. Sebalumnya juga ada dari kalangan Mandailing. Bahkan sampai Jumat sore tadi, giliran Humatob yang terdiri dari masyarakat toba di Siantar, ikut menyerahkan pernyataan sikap ke DPRD Siantar guna mendesak masalah ini diproses sesuai aturan berlaku. Makzulkan intinya,” ujar inisiator Pemakzulan Wali Kota Siantar ini sembari memprediksi, elemen masyarakat di luat Simalungun, bisa saja ikut terpanggil dan bersama-sama membangun kekuatan massa agar DPRD Siantar segera bertindak. (Ung)

banner 728x90

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below