300 KALI DIBACA

Hefriansyah Ditinggal Kabinetnya? Daniel Siregar, Kok….

Hefriansyah Ditinggal Kabinetnya? Daniel Siregar, Kok….

SIANTAR | MU – Beragam kegaduhan yang kian menggerus perhatian publik Siantar, kian liar dan sulit diredam. Situasi diperparah lantaran Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, terkesan ditinggalkan kabinetnya sampai terindikasi ada yang menikam dari belakang. Demikian penilaian pengamat komunikasi politik, Irwansyah, Minggu (5/05) sore.

“Sulit kita membantah itu. Bukan saja ditinggal. Bahkan kalau saya bisa bilang lebih ekstrim, tak sedikit dari kabinet Hefriansyah yang justru ikut mengacaukan situasi. Tapi, karena Hefriansyah begitu hijau dan minim pengalaman, kondisi ini tak bisa ia baca. Semakin konyol lagi, Hefriansyah merasa berkemampuan jalan sendirian. Masa bodo, serta gak mau repot,” pungkas Irwansyah.

Sejumlah nama pejabat di kabinet Hefriansyah, sambung Irwansyah, seperti Daniel Siregar kepala BPBD, Reinward Simanjuntak Kadis Rukim, Resman Panjaitan Kadis Pendidikan, Fatimah Siregar Kadis Porabudpar dan segudang nama lainnya yang sangat familiar, sampai sejauh ini belum terlihat berinisiatif meringankan polemik yang tak henti-henti mendera Hefriansyah. “Soal pemakzulan, revitalisasi pasar, bidang pendidikan dan olahraga yang bersahut-sahutan dijadikan isu buat menyudufkan wali kota, ini haruslah ikut dipikirkan para kabinet ini. Jangan kek gak ada masalah aja dianggap,” kesal Irwansyah.

Sejumlah nama ini masih Irwansyah, semua tetap diam. Tak ada yang mau ikut merasakan beban wali kota lalu berinisiatif membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi wali kota saat ini. “Lihat saja Daniel Siregar, begitu dekatnya dia dengan salahsatu tokoh yang terus mengusik wali kota, tapi sampai saat ini masih belum berinisiatif merangkulnya. Bukan tak tahu kita Daniel Siregar bisa ‘menjinakkan’ Bonatua. Pakai orang Jalan Nagur yang sangat dihormati Bonatua. Tapi ketika wali kota begini, kok Daniel diam? Bonatua malah liar sampai ke kantor KPK sana, masih juga Daniel diam. Mana letak loyaliyasnya?” papar Irwansyah keras.

Belum lagi Fatimah Siregar saat menjadi corong suksesi panitia perayaan HUT Hari Jadi Kota Siantar ke 147 lalu. Menurut Irwansyah, Fatimah paling bertanggungjawab atas munculnya amarah warga Simalungun. Karena gambar kreatif hari jadi yang diproduksi panitia, dianggap melecehkan Suku Simalungun. “Sekarang nasi sudah menjadi bubur. Fatimah juga diam. Beban persoalan akhirnya ditanggung wali kota akibat keteledoran Fatimah,” sambungnya seraya berharap, seluruh kabinet Hefriansyah harus sudah mulai bekerja dan menunjukkan loyalitas.

Sementara terpisah, Bonatua memastikan bahwa dirinya pernah diminta Daniel Siregar untuk diam tak merecoki proyek bencana yang ditangani Daniel Siregar. “Sebenarnya saya tidak bisa diintervensi. Namun karena dia (Daniel) meminta lewat Ipar saya Marga Siregar Sormin yang tinggal di Jalan Nagur, saya akhirnya gak bisa bilang apa-apa. Hanya sekali kok. Saya pun gak tahu darimana Daniel Siregar kenal sama ipar saya itu,” bongkar Bonatua mengakhiri. (Ung)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below